Jumat, 28 Februari 2014
Rabu, 26 Februari 2014
KKB dan Tepung Kobe Gelar "Cooking Class"
Denpasar (Bisnis Bali) -
Koperasi Krama Bali (KKB) bersama tepung Kobe menggelar cooking class atau kelas memasak di Banjar Kaliungu Kaja, Jalan Belimbing Denpasar, Senin (10/2). Dalam kesempatan itu, Gede Dana Pramitha, selaku koordinator pelatihan dari Koperasi Krama Bali mengungkapkan, digelarnya cooking class KKB bersama tepung Kobe ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan kuliner khususnya kepada ibu-ibu PKK, serta memberikan pengetahuan tentang penggunaan tepung Kobe yang sangat praktis dan ekonomis.
Ia mengatakan, di samping sebagai penambah wawasan memasak bagi ibu-ibu PKK, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan KKB agar lebih dekat ke masyarakat, sehingga tiap jasa layanan yang ditawarkan pihak KKB dapat tersentuh di semua golongan masyarakat.
"Kegiatan cooking class ini dapat memberi wawasan kuliner pada peserta, sehingga di samping bermanfaat untuk keluarga, kegiatan ini bisa menjadi peluang bisnis bagi ibu-ibu PKK yang ingin memulai berwirausaha di bidang kuliner," ujar Dana Pramitha.
Ia menambahkan, peserta yang ikut dalam cooking class ini diharapkan dapat lebih terampil dalam mengolah masakan atau kuliner, baik untuk keluarga maupun dijadikan peluang bisnis guna menambah penghasilan. Di samping itu, juga sebagai wadah edukasi masyarakat akan pentingnya makanan sehat dan bergizi.
Dalam kesempatan yang sama, Area Sales dan Promotion Manager Kobe, Andi Kodriat mengungkapkan, selain untuk ajang promosi kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK pada tiap banjar untuk mampu mengolah masakan dengan praktis, terlebih lagi jika ilmu yang didapat dari cooking class ini bisa dijadikan peluang untuk memulai usaha kuliner, sehingga mampu memberikan penghasilan tambahan.
Ia mengatakan, dalam kelas memasak ini peserta diajarkan bagaimana mengolah beberapa masakan seperti membuat ayam kentucky, serabi cukit, babat atau ayam gongso, serta brownies kukus dengan menggunakan tepung pisang Kobe.
Ia menambahkan, tepung Kobe memiliki berbagai varian di antaranya tepung ayam, gong puding, tepung pisang goreng yang bisa digunakan untuk bermacam-macam kue, serta Boncabe yakni sambal kering yang enak disajikan dengan berbagai macam penganan makanan.
Ia mengharapkan, dengan diadakan cooking class ini dapat memberikan pembelajaran dan keterampilan memasak kepada ibu-ibu PKK, sehingga di samping bisa diaplikasikan dalam keluarga, juga bisa menjadi peluang usaha. *ady
Selasa, 28 Januari 2014
Minggu, 12 Januari 2014
Jumat, 20 Desember 2013
KKB Gelar Temu Usaha dan Bisnis
Pebisnis Properti Keluhkan Perizinan
Menurut panitia penyelenggara, Dana Paramitha, kegiatan temu bisnis dan usaha sudah sering dilakukan. Kegiatan seperti itu guna merangsang masyarakat untuk mendapatkan peluang usaha. Di samping memperluas jejaring bisnis, juga melalui kegiatan temu bisnis dan usaha akan dapat mencari solusi jika memiliki kendala atau masalah.
Ketua DPD REI Bali, Dewa Selawa menerangkan, prospek dan peluang bisnis properti di Bali. Ia mengatakan, jika ingin berbisnis properti, jangan menggunakan pebisnis properti di Bali saja, akan lebih tepat bisnis properti Indonesia. Berbagai peluang bukan saja ada di Bali, melainkan di seluruh Indonesia.
“Jika ingin menjadi pebisnis properti jangan tanggung-tanggung, lakukan di seluruh Indonesia. Bali sudah banyak saingan, manfaatkan peluang yang ada di luar daerah juga,” katanya, sambil menyebutkan kendala selama ini di properti masih seputar perizinan.
Selain proses izin panjang dan terkadang tidak jelas, juga biaya terlalu tinggi. Misalnya, beberapa tahun untuk proses IMB hanya memerlukan biaya hanya Rp 500.000. Sekarang sudah hampir di atas Rp 4 juta.
Salah seorang pengelola Group Harmonis, Gede Darmawan juga mengeluhkan perizinan. Bahkan, pihaknya menerangkan jika tidak ada uang izin dapat dipastikan tidak akan keluar. “Maksud kami jika pemohon izin uangnya kurang, maka izin dapat dipastikan tidak akan pernah keluar. Maka itu, kami harapkan di perizinan ada transparansi, sehingga pemohon mudah dan murah, serta mendapat pelayanan yang memuaskan,” katanya.
Sementara itu, pembicara Dinas Tata Kota dan Perumahan yang diwakili Kabid Tata Ruang Kota, I Gede Cipta Sudewa A memberikan penjelasan terkait 11 wilayah strategis yang ada di Denpasar. Di antaranya, wilayah strategis Sanur, Sanglah, Serangan, Benoa, Art Centre, Ubung, Renon, Puspem Lumintang dan lainnya.
Di semua kawasan strategis sudah ada RTRW pemukiman. Hanya saja masih menunggu rincian lebih detailnya lagi. “Namun, memang ada saja yang melanggar. Seperti tanpa IMB, tanpa bercirikan arsitektur Bali, tata ruang tidak sesuai izin dan lainnya. Pelanggaran terjadi ada tiga hal, yakni karena masyarakat tidak tahu, lemahnya pengawasan dan masalah ekonomi,” katanya. *sta
Langganan:
Postingan (Atom)


