Kamis, 17 Januari 2013

Crew KKB Denpasar


Koperasi Krama Bali Dideklarasikan
Menikmati Bakso dan Soto ala Krama Bali
Koperasi Krama Bali (KKB) secara resmi dideklarasikan Kamis (26/5) kemarin di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha. Peluncuran koperasi yang kini sudah memiliki 3.000 anggota ini ditandai dengan pemberian kredit lunak kepada beberapa pelaku usaha sektor informal yang ada di kabupaten/kota se-Bali.
---------------------------
LAPANGAN di depan wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, untuk pertama kalinya ''dihiasi'' rombong bakso, soto dan sate. Ini bukan sekadar pajangan tetapi lengkap dengan pedagang dan ''isinya''.
Ada sekitar 400 orang yang mencicipi suguhan ala krama Bali tersebut. Bahkan, pembelinya tergolong istimewa. Ada Ketua DPRD Bali IB Wesnawa, Kapolda Bali Mangku Pastika, Pangdam IX/Udayana Herry Tjahyana. Tak hanya itu, banyak undangan istimewa baik kepala dinas, pengusaha, anggota DPRD termasuk calon bupati dan wali kota.
Banyak yang menyatakan puas atas sajian makanan yang biasanya merupakan produk ''luar'' itu. Buktinya, banyak yang menanyakan tempat mangkal para pedagang tersebut. ''Di mana tempat mangkalnya, bli,'' tanya seorang pengunjung. ''Saya ada di Jalan Satelit,'' jawab seorang pedagang bakso ayam dengan logat Balinya yang kental.
Sebelum ''buka'' warung, digelar acara pendeklarasian Koperasi Krama Bali. Pendeklarasian ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan kepada pengusaha kecil.
Ketua Koperasi Krama Bali (KKB) Satria Naradha dalam sambutannya mengatakan gagasan pembentukan koperasi ini tidak lain didasari keprihatinan munculnya berbagai persoalan di masyarakat Bali. Masyarakat Bali yang notabene merupakan aset dari kelestarian budaya itu sendiri kini tidak lagi mendapatkan porsi yang tepat dan makin terpinggirkan. Melalui pendirian KKB ini, masyarakat Bali diharapkan bisa bersatu untuk memecahkan persoalan-persoalan besar yang kini dihadapinya. ''Persoalan besar di Bali mesti diselesaikan secara elegan dan bermartabat tanpa menimbulkan konflik sosial. Pendirian KKB ini diharapkan mampu melakukan tugas tersebut,'' kata Satria Naradha.
Satria menyadari bahwa tantangan yang akan dihadapi KKB sangat besar di tengah citra buruk yang kini disandang koperasi. Hanya, berbagai persoalan khususnya di bidang ekonomi yang dihadapi masyarakat Bali perlu mendapatkan perhatian. Untuk itu, keberadaan KKB yang berbasis ekonomi kerakyatan ini merupakan upaya untuk menggalang masyarakat Bali agar bersatu dan bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Ia mengingatkan tidak saja pengurus KKB yang mesti bertindak hati-hati dalam menata manajemen koperasi ini, anggota pun harus bisa menjaga nama baik koperasi.
Pendeklarasian KKB, seperti diakui Satria Naradha, memang merupakan tugas berat. Namun, setidaknya keberadaan KKB ini merupakan sebuah gerakan yang real untuk menggalang semangat masyarakat agar mampu membangun ekonominya sendiri seperti pendapat yang dilontarkan Ketua DPRD Bali Ida Bagus Wesnawa. Dia mengatakan KKB merupakan sebuah gerakan yang real untuk membangkitkan semangat rakyat untuk membangun ekonominya sendiri, dalam arti ekonomi kerakyatan. ''Bila dilihat dari sisi budaya Bali, koperasi sesungguhnya merupakan bentuk perekonomian yang sosio religius sesuai dengan masyarakat Bali yang sosio religius. Jadi nyambung antara koperasi dengan budaya masyarakat Bali,'' ujar Wesnawa.
Hanya, ia mengingatkan KKB perlu belajar dari pengalaman masa lalu. Pengalaman telah membuktikan bahwa koperasi memiliki kelemahan di bidang manajemen. Ini artinya bila ingin eksis ke depannya, KKB mesti betul-betul memperhatikan sistem manajemen pengelolaannya. Bila ini bisa dilaksanakan, Wesnawa optimis KKB akan menjadi citra koperasi yang dicontoh oleh masyarakat Bali, bahkan seluruh Indonesia.
Keberadaan KKB ini juga dianggap Wesnawa sebagai sebuah kekuatan ekonomi yang akan mengimbangi kekuatan ekonomi global yang berlandaskan kapitalisme. Sebab, koperasi ini terbentuk dari perekonomian yang sifatnya kekeluargaan dan tidak bersifat individual. ''Koperasi ini bukan semata-mata mencari keuntungan tetapi lebih mementingkan kesejahteraan bersama, kerukunan antara anggotanya dan membangun hidup secara seimbang, dalam artian jasmani dan rohani,'' jelasnya.
Harapan KKB bisa mengimbangi kekuatan ekonomi global dewasa ini juga dilontarkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Gede Wiratha. Dia melihat keberadaan KKB ini menandai eksisnya koperasi dalam kegiatan ekonomi. (iah)

Temu Usaha, Merger Antar Koperasi

Koperasi Serba Usaha Krama Bali Gelar Pasar Murah
Bersama LPD Desa Pekraman Peguyangan

Menyambut HUT yang Ke XXIII LPD Desa Pekraman Peguyangan, Koperasi Krama Bali (KKB) bersama LPD Peguyangan menyelenggarakan Pasar Murah Sembako di Balai Wantialan Desa Pekraman Peguyangan, minggu (19/08) lalu. Berbagai kebutuhan pokok rumah tangga telah di sediakan oleh KKB, seperti Beras, Gula, Minyak Goreng, Mie Instan, Kopi, Bawang Merah, Bawang Putih telur dan berbagai kebutuhan lainnya seperti sabun mandi, pasta gigi, detergen, dll. Semua produk sembako yang di jual oleh KKB sudah di bawah harga pasar karena telah di subsidi oleh LPD Desa Pekraman Peguyangan.



Ketua Panitia Ketut Suarka mengatakan, mengingat saat ini hari lebaran bagi umat muslim serta menjelang hari Raya Galungan dan Kuningan, pihaknya memberikan kemudahan bagi masyarakat Desa Pekraman Peguyangan untuk mendapatkan sembako murah. “Berbagai kegiatan telah kami laksanakan dalam rangka menyambut HUT LPD Desa Pekraman Peguyangan yang jatuh pada tanggal 25 Agustus 2012, seperti jalan santai yang dibuka oleh Camat Denpasar Utara didampingi oleh A.A. Ngurah Widiada selaku kerta desa dan diikuti oleh pengurus, karyawan, siswa siswi SD, SMP, STT dan lapisan masyarakat Peguyangan,” tuturnya.



Sealai itu juga ada lomba Ustawa Dharma Gita (UDG), penaman pohon atau penghijauan (clean and green), parade baleganjur yang di ikuti STT se-Desa Pekraman Peguyangan, pemberian beasiswa kepada anak yang berprestasi tingkat SD/SMP serta perberian paket sembako gratis kepada para veteran Likungan Desa Pekraman Peguyangan. “ selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada pengawas, pengurus LPD serta seluruh masyarakat Peguyangan yang telah mendukung kami dalam HUT LPD ini.” Tuturnya.



Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut, selain memberi kemudahan mendapakan sembako murah juga sebagai bentuk kepedulian LPD Peguyangan terhadap warga masyarakat. Ketua LPD Desa Pekraman Peguyangan wayan Darmitha didampingi Wakil Ketua I Ketut Suwendra dan I Nyoman Suarcana mengatakan, aset LPD Desa Pekraman Peguyangan sampai saat ini mencapai Rp. 33,4 miliar. Sedangkan dana yang sedang bergulir di masyarakat mencapai 24 miliar. “sesuai dengan moto LPD Peguyangan” Ngewangun Desa Wit Manah Jengah Lan Bakti” kami selaku pengurus dan melayani sepenuh hati untuk masyarakat peguyangan,” ucapnya.



Karena itu, pada kesempatan ini secara bersama-sama diundi hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Vario, Laptop, Kulkas, TV, DVD, HP serta berbagai doorprize bagi pemilik tabungan dan peserta jalan santai yang nantinya beruntung. Untuk hadiah utama 1 unit sepeda motor honda vario diraih oleh Made Darsana dari Br. Gunung, Peguyangan.



Manager KSU Koperasi Krama Bali Nyoman Suatu mengatakan, antusias masyarakat Peguyangan untuk mendapatkan sembako murah yang pertama dilaksanakan di Wantilan jaba Pura Peguyangan ini sangat tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar